<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sahabat Baik</title>
	<atom:link href="http://sahabatbaik.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sahabatbaik.wordpress.com</link>
	<description>Cerita dari Seorang Sahabat</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Dec 2009 17:39:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sahabatbaik.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sahabat Baik</title>
		<link>http://sahabatbaik.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sahabatbaik.wordpress.com/osd.xml" title="Sahabat Baik" />
	<atom:link rel='hub' href='http://sahabatbaik.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>S&#8217;mua Baik</title>
		<link>http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/12/03/smua-baik/</link>
		<comments>http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/12/03/smua-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 17:37:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ericsidarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lagu]]></category>
		<category><![CDATA[Lirik lagu]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>
		<category><![CDATA[All is Good]]></category>
		<category><![CDATA[S'mua Baik]]></category>
		<category><![CDATA[Zenbu Ii]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatbaik.wordpress.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Bermula dari menyiapkan teks lagu ini untuk KEP. Sebenarnya sih udah sering denger lagunya di mp3, tapi belum pernah bener2 nyoba untuk ngikutin liriknya. Jadi langsunglah saya ngambil jalan pintas, ke mbah Google (bukan mbah dukun yee hahaha). Dan website inilah yang pertama muncul di permukaan.. Kisah Nyata Di Balik Lagu “S’mua Baik” (In Memoriam: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatbaik.wordpress.com&amp;blog=7364847&amp;post=122&amp;subd=sahabatbaik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/12/03/smua-baik/"><img src="http://img.youtube.com/vi/E4UnvgdnXas/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p>Bermula dari menyiapkan teks lagu ini untuk KEP.  Sebenarnya sih udah sering denger lagunya di mp3, tapi belum pernah bener2 nyoba untuk ngikutin liriknya.  Jadi langsunglah saya ngambil jalan pintas, ke mbah Google (bukan mbah dukun yee hahaha).  Dan website inilah yang pertama muncul di permukaan..<br />
<a href="http://ratnaariani.wordpress.com/2008/09/04/kisah-nyata-di-balik-lagu-smua-baik-in-memoriam-budi-haryanto/">Kisah Nyata Di Balik Lagu “S’mua Baik” (In Memoriam: Budi Haryanto)</a></p>
<p>Dari yang awalnya cuma ingin tau liriknya, saya jadi penasaran ttg cerita di balik itu.  Tak disangka, lagu ini sudah diterjemahkan ke bahasa Jepang dan Inggris (dengan judul <em>Zenbu Ii</em> dan <em>All is Good</em>).  Ini gak main2, oleh penulis artikelnya lagu ini disejajarkan dengan lagu <em>Amazing Grace</em>.  </p>
<p><span id="more-122"></span><br />
Dan memang, dengan lagu yang begitu simpel terkandung makna yang dalam.  Kita (termasuk saya) terbiasa untuk berkeluh kesah &#8220;duh, kenapa gini sih? why this, why that&#8221;.. padahal jika kita mencoba membuka mata hati, maka kita dapati bahwa &#8220;rencana Tuhan baik adanya&#8221;.</p>
<p>Sang Bapak dalam kisah itu mengalami masalah besar. Ia terpuruk dalam bisnisnya. Begitu pula keluarga dari alm. Budi Haryanto, co-author lagu &#8220;S&#8217;mua Baik&#8221;.  Saat beliau meninggal, istrinya harus berjuang sendirian menghidupi anaknya yang tuna rungu.  Namun keduanya berpasrah dan yakin bahwa Tuhan memiliki rencana yang indah pada waktunya. Singkat cerita, keduanya diberkati Tuhan. Bisnis baru Sang Bapak sedang berkembang dan keluarga alm. Budi Haryanto memperoleh hak mereka atas royalti lagu yang mendadak &#8220;booming&#8221;.</p>
<p>Semoga Tuhan membimbing kita dalam menjalani hidup.. hilangkan semua keputus asaan, kekhawatiran, serahkan semua bebanmu padanya.  Karena Ia telah menyiapkan masa depan yang penuh harapan.</p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-size:100%;"><br />
<em>“Dari semula, t’lah Kau tetapkan..<br />
hidupku dalam tanganMu, dalam rencanaMu Tuhan..<br />
Rencana indah t’lah Kau siapkan..<br />
bagi masa depanku yang penuh harapan…”<br />
“S’mua baik…..s’mua baik…<br />
apa yang t’lah Kau perbuat di dalam hidupku..<br />
S’mua baik….sungguh teramat baik..<br />
Kau jadikan hidupku berarti”<br />
</em><br />
<strong>Zenbu ii</strong><br />
Hajime kara mou keshiteita<br />
watashi no inochi kami no tenohirani<br />
utsukushii keikaku<br />
watashi no mirai hontou akarui<br />
reff :<br />
zenbu ii<br />
zenbu ii<br />
nandemo sarareru yo<br />
inochi no naka<br />
zenbu ii<br />
totemo ii<br />
inochi ni imi ga aru yo<br />
</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-size:100%;"><br />
<strong>All Is Good</strong><br />
You have planned all things<br />
from the beginning<br />
for all you’have prepared for me<br />
my life is in your hands oh Lord<br />
i trust that your plans<br />
are purposed for my good<br />
for all future full of hope<br />
and for abundant life<br />
reff :<br />
all is good, all is good<br />
everything that you have done<br />
in my life<br />
all is good,truly good<br />
i have meaning in my life<br />
because of You<br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sahabatbaik.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sahabatbaik.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sahabatbaik.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sahabatbaik.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sahabatbaik.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sahabatbaik.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sahabatbaik.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sahabatbaik.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sahabatbaik.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sahabatbaik.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sahabatbaik.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sahabatbaik.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sahabatbaik.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sahabatbaik.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatbaik.wordpress.com&amp;blog=7364847&amp;post=122&amp;subd=sahabatbaik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/12/03/smua-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d8dd8a644caec46b756957fc510af78e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ericsidarta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Optimis Dan Positif</title>
		<link>http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/11/25/optimis-dan-positif/</link>
		<comments>http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/11/25/optimis-dan-positif/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 01:44:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gicmaficionado</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/11/25/optimis-dan-positif/</guid>
		<description><![CDATA[George Dantzing, seorang mahasiswa suatu kali datang terlambat mengikuti perkuliahan. Saat George masuk kelas, yang dia lakukan adalah mencatat 2 soal matematika untuk dikerjakan di rumah. Saat tugas tersebut harus dikumpulkan, maka dari seluruh mahasiswa hanya George yang bisa mengerjakan soal tersebut. George sendiri juga heran, mengapa hanya dia seorang yang mampu mengerjakan soal tersebut. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatbaik.wordpress.com&amp;blog=7364847&amp;post=121&amp;subd=sahabatbaik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>George Dantzing, seorang mahasiswa suatu kali datang terlambat mengikuti perkuliahan. Saat George masuk kelas, yang dia lakukan adalah mencatat 2 soal matematika untuk dikerjakan di rumah. Saat tugas tersebut harus dikumpulkan, maka dari seluruh mahasiswa hanya George yang bisa mengerjakan soal tersebut. George sendiri juga heran, mengapa hanya dia seorang yang mampu mengerjakan soal tersebut. Ternyata, sebelum memberikan 2 soal matematika tersebut, sang profesor berkata kepada seisi kelas bahwa soal tersebut sangatlah sulit untuk dikerjakan, bahkan belum pernah ada ahli matematika yang mampu menyelesaikan soal tersebut. Ini membuat mereka menjadi pesimis apakah mereka mampu mengerjakan soal tersebut. Sementara, waktu itu George datang terlambat sehingga ia tidak mendengar pernyataan tentang betapa sulitnya soal tersebut. Jadi, George pun tetap berpikir optimis bahwa tidak ada soal yang tidak dapat dikerjakan.</p>
<p>Kisah tersebut membuktikan bahwa betapa besar kekuatan pikiran positif untuk kesuksesan kita, demikian juga halnya betapa besar kekuatan pikiran negatif untuk membuat kita pesimis dan menghambat keberhasilan kita. Oleh karena itu, jika kita ingin meraih keberhasilan maksimal dalam hidup kita, tidak ada pilihan lain kecuali kita mengembangkan pikiran positif dan sikap yang optimis.</p>
<p>Di saat kita optimis dan berpikir positif, tiba-tiba pikiran kita menjadi kreatif dan mencari cara untuk mewujudkannya. Sebaliknya di saat kita pesimis dan berpikir negatif, tiba-tiba pikiran kita buntu dan mati gaya sehingga akhirnya kita menyerah. Itu sebabnya jika kita mempelajari Firman Tuhan, kita akan selalu merasakan sikap optimis dan positif.</p>
<p>Seseorang dibatasi oleh pikiran-pikiran yang ia pilih sendiri. Kembangkan sikap optimis dan positif.</p>
<p>&#8221; Jawab Yesus : &#8220;Katamu: Jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!&#8221;<br />
( Matius 25 : 26 )</p>
<p>Tuhan Yesus Memberkati..</p>
<p>Fr : Spirit Motivator November 2009</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sahabatbaik.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sahabatbaik.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sahabatbaik.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sahabatbaik.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sahabatbaik.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sahabatbaik.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sahabatbaik.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sahabatbaik.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sahabatbaik.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sahabatbaik.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sahabatbaik.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sahabatbaik.wordpress.com/121/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sahabatbaik.wordpress.com/121/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sahabatbaik.wordpress.com/121/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatbaik.wordpress.com&amp;blog=7364847&amp;post=121&amp;subd=sahabatbaik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/11/25/optimis-dan-positif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3f17af80559bb46adf0cf875314959e0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">BennyKho</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Does God Exist?</title>
		<link>http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/10/16/does-god-exist/</link>
		<comments>http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/10/16/does-god-exist/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 02:13:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gicmaficionado</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatbaik.wordpress.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Footnote: Einstein bukan penganut Judaisme, atau Kristen. Namun ia percaya akan Tuhan. Ia lebih tepat dikatakan penganut aliran Agnostic. In 1929, Einstein told Rabbi Herbert S. Goldstein &#8220;I believe in Spinoza’s God, who reveals Himself in the lawful harmony of the world, not in a God Who concerns Himself with the fate and the doings [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatbaik.wordpress.com&amp;blog=7364847&amp;post=115&amp;subd=sahabatbaik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/10/16/does-god-exist/"><img src="http://img.youtube.com/vi/ldHF6PFUukw/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p>Footnote:<br />
Einstein bukan penganut Judaisme, atau Kristen. Namun ia percaya akan Tuhan. Ia lebih tepat dikatakan penganut aliran Agnostic.<br />
In 1929, Einstein told Rabbi Herbert S. Goldstein &#8220;I believe in Spinoza’s God, who reveals Himself in the lawful harmony of the world, not in a God Who concerns Himself with the fate and the doings of mankind.&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sahabatbaik.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sahabatbaik.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sahabatbaik.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sahabatbaik.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sahabatbaik.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sahabatbaik.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sahabatbaik.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sahabatbaik.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sahabatbaik.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sahabatbaik.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sahabatbaik.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sahabatbaik.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sahabatbaik.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sahabatbaik.wordpress.com/115/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatbaik.wordpress.com&amp;blog=7364847&amp;post=115&amp;subd=sahabatbaik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/10/16/does-god-exist/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3f17af80559bb46adf0cf875314959e0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">BennyKho</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Children See, Children Do &#8230;</title>
		<link>http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/10/16/children-see-children-do/</link>
		<comments>http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/10/16/children-see-children-do/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 02:03:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gicmaficionado</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatbaik.wordpress.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatbaik.wordpress.com&amp;blog=7364847&amp;post=112&amp;subd=sahabatbaik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/10/16/children-see-children-do/"><img src="http://img.youtube.com/vi/L11s56ALon0/2.jpg" alt="" /></a></span>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sahabatbaik.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sahabatbaik.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sahabatbaik.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sahabatbaik.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sahabatbaik.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sahabatbaik.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sahabatbaik.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sahabatbaik.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sahabatbaik.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sahabatbaik.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sahabatbaik.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sahabatbaik.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sahabatbaik.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sahabatbaik.wordpress.com/112/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatbaik.wordpress.com&amp;blog=7364847&amp;post=112&amp;subd=sahabatbaik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/10/16/children-see-children-do/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3f17af80559bb46adf0cf875314959e0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">BennyKho</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Three Question of Faith: Three Questions</title>
		<link>http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/09/03/three-question-of-faith-three-questions/</link>
		<comments>http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/09/03/three-question-of-faith-three-questions/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 19:23:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gicmaficionado</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Percakapan]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatbaik.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[[Tulisan ini sebaiknya dibaca sesuai urutan, dimulai dari 1. Rendevouz, dan seterusnya ... ] Baris demi baris aku mulai membaca tulisan Pius. Tanpa sadar aku turut terbawa dan ikut merasakan kesedihan Pius. Berikut ini sumbangan artikel dari Pius &#8230; &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; “KENAPA …. Kenapa aku dilahirkan?” Aku berteriak lantang dalam hati. Amarah meledak-ledak, berkecamuk dalam hatiku. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatbaik.wordpress.com&amp;blog=7364847&amp;post=106&amp;subd=sahabatbaik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000099;">[Tulisan ini sebaiknya dibaca sesuai urutan, dimulai dari 1. Rendevouz, dan seterusnya ... ]</span></p>
<p>Baris demi baris aku mulai membaca tulisan Pius. Tanpa sadar aku turut terbawa dan ikut merasakan kesedihan Pius. Berikut ini sumbangan artikel dari Pius &#8230;</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p><span style="color:#990000;font-style:italic;">“KENAPA …. Kenapa aku dilahirkan?”</span></p>
<p>Aku berteriak lantang dalam hati. Amarah meledak-ledak, berkecamuk dalam hatiku. Dalam kondisi kalut, aku terus berlari meninggalkan rumahku &#8230;.</p>
<p><span style="color:#990000;font-style:italic;">“Kenapa aku harus hidup? Jika hanya untuk menderita seperti ini &#8230;”</span></p>
<p>Aku menyeka mataku yang basah. Lagi-lagi aku bertengkar hebat dengan ayahku &#8230; Tapi hari ini adalah puncak segalanya …</p>
<p>Aku berasal dari keluarga berantakan. Ayahku pengangguran, pemabuk dan suka main perempuan. Kalau ada uang ia selalu menghilang entah kemana. Kalau tidak ada uang, ia pulang dan hanya membawa cercaan dan makian untukku.</p>
<p>Ibuku yang menopang ekonomi keluarga, dengan berdagang dan membuka warung kecil didekat sekolah. Ketika ibu pulang, ia lelah dan tak memiliki tenaga untuk melawan ayah bahkan untuk membelaku. Ia hanya bisa menangis melihat kami berdua selalu bertengkar. Aku menyalahkan ibuku atas kelemahannya, atas ketidakmampuannya membelaku dihadapan ayah.</p>
<p>Pagi itu ayah mengamuk lagi &#8230; Hanya menunggu beberapa menit, sampai amarahnya ditujukan padaku. Namun entah mengapa hari itu semuanya berbeda. Kesabaranku habis, aku naik pitam … Aku melawannya dengan emosi tak terbendung lagi. Puncaknya aku ambil sebilah kayu dan aku hantamkan kayu itu ke kepala ayah. Darah mengalir dari pelipis matanya. Ia jatuh terlentang …</p>
<p>Ayahku tergeletak tak berdaya, Ibuku berteriak histeris dan menghampiri ayahku &#8230; Iya terus menerus menangis …</p>
<p>Aku sendiri tak percaya dengan apa yang kulakukan … Aku membuang kayu itu dan berlari keluar rumah dengan hati galau tak menentu &#8230; Aku tak dapat berpikir apa-apa lagi. Yang kutau, aku harus segera pergi sejauh-jauhnya dari rumah laknat itu.</p>
<p>Aku berlari-lari, dengan hati gelap &#8230; Tidak tahu harus kemana dan bagaimana &#8230;<br />
<span id="more-106"></span><br />
Aku mengutuki ayahku yang gila, aku mengumpati ibuku yang lemah, dan aku menghujat Tuhan. Aku terus bertanya bertanya bertanya dan bertanya &#8230;. <span style="color:#990000;">“BUAT APA AKU HIDUP &#8230;”</span></p>
<p>Seakan keadaan mendesakku kearah kehancuran &#8230; Kemarahanku meluap &#8230; Aku mengerti kenapa orang jadi jahat. Aku mengerti kenapa hati manusia bisa gelap &#8230; Oh Setan begitu menguasai diriku.</p>
<p>Lelah berlari, tidak menyurutkan amarahku. Akhirnya aku sampai dihalte bis. Aku masih bingung, kemana harus pergi &#8230;</p>
<p>Tapi aku tak perduli lagi … Biarlah aku hidup dijalanan &#8230; Biarlah emperan toko menjadi kamarku, kolong jembatan menjadi rumahku dan para pencoleng atau preman yang menjadi saudaraku.<span style="font-style:italic;color:#990000;"> “Kalau aku bisa hidup, hiduplah &#8230; kalau aku akan mati, matilah &#8230;”, batinku.</span></p>
<p>Aku segera menghentikan bis yang menuju arah pasar baru. Bahkan bis kota pun tidak menghiraukanku. Bis itu terus saja berjalan, tak berhenti. Dengan nekat aku meloncat masuk, menghempaskan kakiku kedalam bis.</p>
<p>Didalam bis aku merenungi nasibku. Meratapi betapa tidak bergunanya hidupku &#8230;</p>
<p>Disekolah aku tidak memiliki prestasi. Aku pun tidak memiliki kepercayaan diri, untuk bergaul dengan teman-teman. Mereka seakan memandang rendah diriku. Aku tidak punya pacar. Jangankan bermimpi punya pacar, berbicara dengan perempuan saja aku gugup. Tergagap-gagap aku berbicara didepan perempuan yang kusuka &#8230; Pernah aku menulis surat cinta untuk perempuan yang aku suka. Hatiku hanya bisa hancur, melihatnya merobek-robek suratku dan membuangnya ke tong sampah &#8230;</p>
<p>Aku sendiri dan sepi &#8230;</p>
<p>Aku hanya bisa menyalahkan ibuku yang melahirkanku, dan ayahku yang selalu menindas dan mencaciku. <span style="color:#990000;">“BANGSAT &#8230;” </span>dan airmata kebencian pun kembali berurai &#8230; Kemarahan terpendam yang dapat meledak sewaktu-waktu dan dapat menghancurkan hidupku.</p>
<p>Saat itu aku melihat dunia dengan penuh kebencian &#8230;</p>
<p>Aku terlena dalam lamunan dan angkaraku, sampai kudengar suara seorang pria menyapaku.</p>
<p><span style="color:#663366;">“Misi Nak, saya duduk disini ya &#8230;”, suara itu terdengar lembut.</span></p>
<p>Dengan muka sebal aku menoleh kearah suara itu. Seorang bapak-bapak dengan jubah putih menyapaku dan tersenyum lembut. Karena diberi senyuman, secara refleks aku membalas memberikan senyum dengan terpaksa. Karena bersekolah di SMU Katolik, aku langsung tahu bahwa bapak tersebut adalah seorang romo atau pastur.</p>
<p><span style="color:#663366;">“Mau kemana nak?”, tanya bapak itu membuka pembicaraan.</span></p>
<p><span style="color:#990000;">“Ke Pasar Baru.”, jawabku sambil lalu. Aku tidak suka bapak itu bertanya-tanya, aku hanya ingin sendirian. Namun entah ada dorongan apa, aku balik bertanya, “Romo sendiri mau kemana?”</span></p>
<p>Disapa dengan sebutan Romo, bapak itu tersenyum. Ia berkata bahwa ia akan pergi ke mangga dua untuk membeli komputer dan beberapa perangkat elektronik untuk gereja.</p>
<p>Walau aku Kristen, aku cukup mengenal kehidupan Romo karena bersekolah di SMU Katolik. Biasanya romo diberi fasilitas ‘cukup wah’ oleh gereja. Romo bisa berpergian dengan menggunakan mobil dan supir. Atau daripada pergi sendiri, biasanya cukup menyuruh orang untuk melakukan sesuatu.</p>
<p>Romo tersebut menjelaskan, bahwa dia berasal dari paroki kecil didaerah Tanjung Priok. Gereja belum ada, dan belum ada fasilitas mobil. Jadi dia harus pergi dengan kendaraan umum, sendirian mencari barang-barang yang diperlukan.</p>
<p><span style="color:#990000;">“<span style="font-style:italic;">I have all the time in the world</span> &#8230;”, kataku dalam hati. </span>Maka aku menawarkan diri untuk menemani Romo mencari komputer. Awalnya ia menolak, karena tidak mau merepotkan. Namun akhirnya ia membiarkanku untuk menemaninya.</p>
<p>Menjelang siang hari, kami sampai di Mangga Dua. Setelah berputar-putar, akhirnya kami membeli komputer disebuah toko. Ternyata pemilik toko komputer sangat baik. Ia membeli potongan 50%, sehingga Romo hanya bayar separuh harga. Sisanya ditanggung toko. Rupanya pemilik toko itu juga seorang Katolik.</p>
<p>Jam sudah menunjuk pukul 12.30 siang. Kami berdua mencari tempat makan siang. Sebagai tanda terima kasih, Romo hendak membayariku makan siang. <span style="color:#990000;">Aku menolaknya. “Bayar sendiri-sendiri aja Romo.” </span>Aku memang tidak punya uang banyak. Tidak cukup untuk membayari Romo makan. Namun cukup untuk membayar diriku sendiri tanpa merepotkan Romo.</p>
<p>Kami makan di foodcourt dan duduk di sebelah pojok yang sepi. Kami berbincang-bincang sambil makan. <span style="color:#663366;">“Apa yang kamu pikirkan Nak?”, Romo memulai percakapan. “Dari tadi di Bis kamu lebih banyak diam dan merenung. Romo tau, hatimu sedang gundah.”</span></p>
<p>Dada ini tiba-tiba sesak &#8230; Aku ceritakan kepada romo kejadian tadi pagi. Aku tumpahkan segala hal yang telah lama terpendam dalam batinku. Romo dengan sabar terus mendengarkan. Aku mengumpat dan mencaci, menumpahkan segala unek-unek. Aku marah pada ayahkuku, aku marah pada ibuku, dan akhirnya aku marah pada Tuhan dan gereja. Romo terus mendengarkan dengan sabar.</p>
<p><span style="color:#990000;">“Aku rasa percuma saja ada Gereja Romo. Toh manusia tetap jahat dan penderitaan tetap ada &#8230;”, kataku emosional.</span></p>
<p><span style="color:#663366;">“Kamu benar Pius. Agama dan gereja tidak serta merta membuat kejahatan dan penderitaan lenyap dari bumi ini. Namun, pernahkah kamu berpikir &#8230; Jika manusia ada gereja dan Tuhan saja masih menderita dan jahat. Apalagi kalau tidak ada gereja dan Tuhan ?”, jawab Romo dengan lembut.</span></p>
<p>Aku terdiam &#8230; Sedikit tidak suka karena Romo membantah argumenku. Namun ia benar. Ada polisi saja pelanggaran dijalan raya sering terjadi. Apalagi tidak ada polisi?</p>
<p><span style="color:#990000;">“Tapi terus terang Romo. Sebagai orang Kristen aku tuh bingung &#8230; “, kataku.</span></p>
<p><span style="color:#663366;">“Bingung kenapa?”, tanya romo dengan sabar sambil menyantap makan siangnya..</span></p>
<p><span style="color:#990000;">“Bingung kita dicekoki dengan berbagai ajaran gereja, yang sering aku sendiri tidak ngerti maksudnya apa &#8230; Cuma dipaksa menerima&#8230;”, kataku masih dengan nada emosi.</span></p>
<p><span style="color:#663366;">“Apa yang kamu bingungkan? Mungkin Romo bisa bantu menjelaskan.”, kata Romo.</span></p>
<p><span style="color:#990000;">“Ah tapi saya kan Kristen, Romo kan Katolik. Penjelasannya pasti berbeda.”, sanggahku.</span></p>
<p><span style="color:#663366;">“Gak ada salahnya dicoba &#8230;”, Romo tersenyum. “Kita semua bersaudara dalam Yesus.”</span></p>
<p><span style="color:#990000;">“Ok Romo … Saya punya 3 pertanyaan, yang selalu mengganjal saya sebagai orang Kristen.</span><br />
<span style="color:#990000;">Pertama, kenapa kok Yesus lahir di jaman Romawi? Kenapa kok nggak dijaman dari awal sejak jaman Adam dan Hawa?</span><br />
<span style="color:#990000;">Kedua, kenapa kalau sudah ada Kristen kok masih ada Islam?</span><br />
<span style="color:#990000;">Ketiga, katanya Yesus menebus dosa manusia. Apanya yang ditebus? Kita hanya diajarkan untuk percaya tapi gak dikasih tau maknanya?”</span></p>
<p><span style="color:#990000;">“Apa Romo bisa jawab 3 pertanyaan saya tadi?”, tantangku.</span></p>
<p><span style="color:#663366;">Dengan pandangan teduh, Romo terus mendengarkan. Kemudian ia berkata, “Romo akan coba jawab. Tapi sebelumnya Romo minta kamu tenang dulu, dan mendengarkan dengan hati terbuka.”</span></p>
<p>Aku menganggukan kepala, tanda setuju.</p>
<p><span style="color:#663366;">“Menjawab pertanyaanmu yang pertama, saya mulai dengan balik bertanya. Jika seseorang ingin membangun rumah yang kokoh, apa dulu yang harus dibangunnya?”, tanya Romo.</span></p>
<p><span style="color:#990000;">“Pertama-tama orang harus membangun pondasinya, baru kemudian bagian-bagian lainnya.”, jawabku.</span></p>
<p><span style="color:#663366;">“Tuh kan, kamu tau sendiri. Allah pun kalau bekerja juga berproses, sama seperti arsitek membangun rumah. Pertama dibangun dulu pondasinya, kemudian tiangnya, lalu dindingnya, lalu atapnya, dan seterusnya seterusnya sampai rumah itu jadi.”</span></p>
<p>Romo mengambil jeda sejenak, membiarkan kata-katanya dicerna oleh pikiranku.</p>
<p><span style="color:#663366;">“Jadi Pius, Allah membangun dunia ini dulu sebagai pondasi, kemudian mengarahkan peradaban manusia. Kemudian ia biarkan Roma mempersatukan dunia. Tanpa Kerajaan Roma yang membangun jalan-jalan yang membentang dari Inggris sampai Judea, bagaiman ajaran Kristus dapat cepat dan relatif luas menyebar? Bagaimana para rasul dapat memberitakan kabar baik keseluruh dunia?”, kata Romo</span></p>
<p><span style="color:#663366;">“Kamu pasti pernah dengar, jaman dulu Kaisar Romawi selalu menindas orang Kristen. Terlebih jaman kaisar Nero yang menyalib dan membakar orang-orang Kristen. Banyak martir yang mati dan ditindas di Roma, termasuk rasul Petrus dan Paulus.” Romo diam sejenak, melihatku tajam. “Namun sekarang aku tanya anakku, dimanakah pusat kekristenan dunia saat ini?”, tanya Romo lebih lanjut.</span></p>
<p><span style="color:#990000;">“Hm &#8230; Pusat kekristenan dunia ada di Vatikan, Roma &#8230;”, kataku.</span></p>
<p><span style="color:#663366;">“Nah coba kamu bayangkan kerajaan yang dulu menindas kekristenan, sekarang malah menjadi pusat kekristenan, tanpa melalui peperangan atau penaklukan. Itulah karya Allah. Apapun bisa terjadi semudah membalikkan telapak tangan. Siapa sangka dulu musuh sekarang jadi saudara.”, jelas Romo.</span></p>
<p>Walau aku tidak berselera menyentuh makan siangku, namun aku sangat tertarik mendengarkan penjelasan Romo. Aku dapat menerima jawaban Romo. <span style="color:#990000;">Tapi masih ada pertanyaan kedua. “Nah kalau pertanyaan kedua Romo. Kenapa kalau sudah ada Kristen harus ada Islam?”</span></p>
<p><span style="color:#663366;">Romo tersenyum dan menjawab, “Pius, dulu Kristen pernah menjadi agama tanpa saingan selama 300 tahun. Dan bila seseorang berkuasa tanpa ada persaingan, maka orang tersebut akan cenderung korup. Agama Kristen Katolik juga dibangun oleh manusia. Maka setelah berkuasa, mulai mengalami degradasi. Para Uskup atau Paus mulai menyalahgunakan wewenang politik dan kekuasaan. Beberapa bahkan memiliki anak dan simpanan. Gereja menarik pajak tinggi dan banyak penyelewangan terjadi. Ada tertulis, bahwa Allah menghukum suatu bangsa melalui tangan musuh-musuhnya <span style="color:#000099;">(Hakim Hakim 2:14)</span>. Maka dibangkitkanlah Islam.”</span></p>
<p><span style="color:#663366;">“Bangkitnya Islam itu juga rencana Allah, agar kedua saudara seayah <span style="color:#000099;">(Abraham) </span>ini, dapat saling memeriksa. Check and recheck. Tidak ada yang unggul dan tidak ada yang dominan. Sehingga terjadi balance of power. Ditimur adalah Islam dan dibarat adalah Kristen. “, kata Romo.</span></p>
<p><span style="color:#663366;">“Jadi Yus, janganlah kamu benci sama saudara kita muslim. Kalau mereka Sholat kamu ingatkan dirimu, apa kamu kegereja setiap minggu? Kalau mereka puasa, ingatkan kamu apakah kamu juga berpantang pada saat paskah? Mereka sholat setiap hari 5 waktu, kita yang hanya datang seminggu sekali saja kadang tidak bisa. Mereka puasa seharian penuh, kita yang hanya berpantang dan tidak berpuasa saja kadang tidak mampu. Biarkan mereka mengingatkan dirimu. Saudara kita perlu ada, agar kita dapat bercermin dan selalu diingatkan. Kan akhirnya hanya Allah yang kita sembah.” Romo menutup penjelasan atas pertanyaanku yang kedua.</span></p>
<p><span style="color:#990000;">Ada rasa sejuk mendengarkan Romo bercerita. Aku mulai tertarik lebih dalam dan terus menggali ilmu dari Romo. “Okay Romo, saya bisa terima. Namun kalau pertanyaan ketiga bagaimana? … Katanya Yesus memikul salib untuk menanggung dosa manusia. Apa penjelasannya?”, tanyaku.</span></p>
<p><span style="color:#663366;">Romo tersenyum dan bertanya, ”Pius, dari mana sih asal dosa manusia?”</span></p>
<p><span style="color:#990000;">Aku tak dapat langsung menjawab. Setelah berpikir sejenak aku menjawab, “Dari dalam diri sendiri Romo.”</span></p>
<p><span style="color:#663366;">“Benar Yus. Asal dosa dari dalam diri kita. Atau lebih pas lagi, dosa berasal dari ‘keinginan’ manusia.”, kata Romo.</span></p>
<p><span style="color:#663366;">“Pernah kamu melihat, seorang anak kecil menangis, merengek karena tidak dibelikan mainan oleh ibunya? Pernah kamu melihat orang mencuri milik orang lain, karena iri dan ingin memiliki barang itu?”</span></p>
<p><span style="color:#663366;">“Asal dosa dari keinginan. Disatu sisi, keinginan untuk selalu mencari hal-hal enak dan instan. Disatu sisi keinginan untuk menghindari tanggung jawab dan penderitaan. Padahal seringkali, penderitaan itu menguatkan dan kesenangan itu menyesatkan.”</span></p>
<p><span style="color:#663366;">“Sebenarnya, keinginan tidak ingin menderita itu wajar. Sangat manusiawi. Namun reaksi kita yang menentukan, apakah keinginan menuntun ke tindakan dosa atau tidak. Contoh ketika orang miskin dan lapar, maka ada dua reaksi yang dapat ia lakukan. Reaksi negatif adalah merampok atau menipu. Tapi ia juga bisa memilih reaksi yang positif, yaitu bekerja keras dan tekun.”</span></p>
<p><span style="color:#663366;">“Sebagai manusia kita harus sadar, bahwa penderitaan itu bagian dari kehidupan. Baik kaya ataupun miskin, setiap manusia pasti memiliki penderitaannya masing-masing. Setiap manusia, ketika dilahirkan selalu dalam keadaan menangis. Seakan si bayi sadar, bahwa saat lahir didunia, beban dan penderitaan sudah menunggu. Beban dan penderitaan sebagai manusia inilah yang diumpamakan Yesus dengan Salib. Setiap manusia memiliki salib yang harus dipikul.“</span></p>
<p><span style="color:#663366;">“Dari taman Getsemani sampai Bukit Golgota, Tuhan Yesus seakan ingin memberi contoh secara langsung, bagaimana memikul salib kehidupan. Perjalanan sengsara dari Getsemani ke Golgota, diumpamakan sebagai perjalan hidup manusia. Ketika menjelang ajal di bukit Golgota, Dia berkata, “Sudah selesai.” Kemudian menundukan kepala dan menyerahkan nyawanya.”</span> <span style="color:#000099;">(Yohanes 19:30)</span></p>
<p><span style="color:#663366;">“Sering kali kita berontak dan tidak mau memikul salib. Kita sering merengek, ‘Emoh ah salib ini berat. Aku ingin salib yang ringan.’ Atau … ‘Gak mau ah, salib ini berat. Aku mau tukar yang lain aja.’ ” Pemberontakan itu, Itulah yang membuat kita akhirnya melakukan hal-hal dosa dan hal-hal buruk di mata Tuhan.”</span></p>
<p><span style="color:#663366;">“Pikullah Salibmu, Nak &#8230; Ketika kamu menerima Salibmu dan tidak memberontak menolaknya, Salibmu akan terasa ringan. Pikullah kuk yang dipercayakan padamu, karena kuk itu enak dan bebannya ringan”, Romo tersenyum dan menutup penjelasannya.</span></p>
<p>Aku tidak begitu paham, kata-kata Romo yang terakhir. Namun saat itu aku tak dapat berkata apa-apa lagi. Penjelasan Romo itu seperti palu godam yang menghantam dadaku. Ya selama ini, aku tidak mau pikul salib &#8230; Aku memberontak, aku merengek …</p>
<p>Rasa sesal yang mendalam mulai menyelimuti hatiku. Aku menyesal, kenapa sampai aku bisa memukul ayahku? Biar bagaimana pun itu ayahku &#8230; Jelek atau baik dia ayahku &#8230; Kenapa aku harus memukulnya sampai berdarah?</p>
<p>Walau ia seringkali menindas dan mencaciku, bukan tidak pernah ia membelaku dan berusaha memenuhi kebutuhanku sebagai anak. Ah, ayahku juga manusia kenapa aku tak dapat memaafkannya?</p>
<p>Ibu yang sudah memikul beban keluarga. Kenapa aku tidak membantunya? Malah menyalahkan kelemahannya dan menuntutnya untuk melindungiku.</p>
<p>Dan aku pun menangis sejadi-jadinya &#8230; sesunggukan &#8230; Romo memegang pundakku, sambil mengucap doa untukku.</p>
<p>Cukup lama aku menangis, aku tumpahkan segala kesedihanku. Kemudian aku kumpulkan segenap kekuatan dan kesadaranku. <span style="color:#990000;">Aku menghapus air mataku. “Terima kasih Romo.”</span></p>
<p><span style="color:#663366;">Ia hanya mengangguk, “Terima kasih sama Tuhan. Romo hanya alatnya saja. Tuhan menyentuhmu.”</span></p>
<p>Ada setitik sukacita yang kurasakan ketika melihat dan mendengarkan Romo berbicara. Siapakah Romo ini, begitu rendah hati? Rela berjalan jauh, tidak mendapat fasilitas, berusaha bekerja untuk Jemaatnya. Ditengah pendeta-pendeta Kristen yang bergelimang harta, ditengah gereja-gereja yang berdiri megah. Tidak ada damai sejahtera disana. Tapi disini, beserta Romo yang sederhana, kumal, yang hanya menggembala gereja dari bedeng bambu, aku menemukan pencerahan &#8230;</p>
<p>Setelah bertukar alamat dan berjanji akan mengunjunginya kembali, aku pulang dengan penuh keyakinan dan kedamaian. Sepanjang jalan di Bis, aku melihat dikanan kiri, pengamen jalanan dan anak terlantar. Aku merasa bahwa seharusnya aku bersyukur. Aku masih bisa sekolah, aku masih punya rumah. Aku berjanji akan berubah dan lebih bersyukur. Aku akan lebih fokus belajar, dan tidak malu untuk membantu ibu berdagang. Tiba-tiba aku merasa muak dengan diriku yang dulu, yang hanya bisa merengek dan menyalahkan nasib pada kehidupan &#8230;.</p>
<p><span style="color:#990000;">“AKAN KUPIKUL SALIBKU &#8230;..”, Teriakku lantang dalam hati&#8230;</span></p>
<div style="text-align:center;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/_Zr_8ovDuJLE/SUmyVG2ghwI/AAAAAAAAAbo/yX67k6Hwu8Y/s1600-h/quo_vadis+.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:224px;height:320px;margin:0 auto 10px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Zr_8ovDuJLE/SUmyVG2ghwI/AAAAAAAAAbo/yX67k6Hwu8Y/s320/quo_vadis+.jpg" border="0" alt="" /></a>&#8220;Domine, Quo Vadis oleh Annibale Carracci<br />
<span style="font-size:78%;">(Source: Wikipedia)</span></div>
<p>Saat tiba dirumah, aku langsung mencari ayah &#8230; Tampak ayah terbaring diranjang, dan ibuku sedang membalut luka ayah. Aku berjalan mendekat. Ayahku tak berkata apa-apa, hanya diam. Kemudian, aku berlutut dihadapannya, memeluk kakinya dan memohon ampunannya. Ibuku menangis dan mengusap kepalaku. <span style="color:#993300;">A<span style="color:#663300;">yahku bangkit dan berkata, “Bapak juga minta maaf &#8230;”</span></span></p>
<p>&#8230; &#8230; &#8230;</p>
<p>Sudah tiga tahun berlalu, sejak ayahku meninggal karena lever. Walau hubungan kami bermasalah sejak aku kecil, namun diakhir hidupnya kami semakin dekat sebagai ayah dan anak. Saat ini pun, aku sedih bila teringat ayahku, ya aku menyayangi ayahku. Baik ataupun buruk.</p>
<p>Sekarang aku tinggal bersama ibu. Bagaimana aku bisa membahagiakannya. Bagaimana aku bisa selalu membuatnya tersenyum. Sekarang dialah pusat hidupku.</p>
<p>Saat ini, ketika aku melihat salib didinding, yang kulihat bukanlah sepotong kayu hiasan belaka. Ketika melihat salib, seakan Tuhan Yesus sendiri yang mengingatkan &#8230; <span style="color:#663366;">“Pikullah salibmu, Pius &#8230; Terimalah …”</span></p>
<p><span style="color:#990000;">Dan sekarang, aku mengerti apa yang Romo katakan padaku &#8230; “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.&#8221; </span><span style="color:#000099;">(Matius 11:29-30)</span></p>
<p>Dan memang, ringanlah adanya &#8230;</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Selesai membaca, aku menatap Pius dalam-dalam &#8230; Aku melihatnya penuh rasa haru sekaligus kekaguman.</p>
<p>Suara keramaian SB PI masih menggumam ditelinga. Namun merasakan kedamaian setelah membaca surat Pius. Yah, aku pun terkadang enggan memikul salibku dan memberontak. Seharusnya aku bersyukur, apa yang Pius alami lebih menyakitkan. Namun toh, aku seringkali memberontak dan menolak memikul salib.</p>
<p><span style="color:#000099;">“Yus, baru kali ini aku membaca tulisan yang menggugahku untuk berdoa &#8230;”, aku berkata sungguh-sungguh.</span></p>
<p><span style="color:#990000;">Pius tersenyum dan berkata, “Semoga bisa nyumbang artikel natal di blogmu.”</span></p>
<p><span style="color:#000099;">“Pasti Yus, pasti &#8230; <span style="font-style:italic;">Thank you very much</span> &#8230; Ini hadiah natal buat Blogku.”, sahutku.</span></p>
<p><span style="color:#990000;">“Dan ngomong-ngomong soal berdoa Ben &#8230; Kenapa harus menunggu pulang? Berdoa disini aja bareng bareng, &#8230; Aku temenin &#8230;”, ajaknya.</span></p>
<p>Aku mengangguk. Ada rasa haru dan sukacita yang memenuhi hatiku. Aku dan Pius melipat tangan dan mulai menutup mata. Pius memegang pundakku &#8230;</p>
<p>Dan kami berdua berdoa, ditengah keramaian Starbucks Plaza Indonesia &#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sahabatbaik.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sahabatbaik.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sahabatbaik.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sahabatbaik.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sahabatbaik.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sahabatbaik.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sahabatbaik.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sahabatbaik.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sahabatbaik.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sahabatbaik.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sahabatbaik.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sahabatbaik.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sahabatbaik.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sahabatbaik.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatbaik.wordpress.com&amp;blog=7364847&amp;post=106&amp;subd=sahabatbaik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/09/03/three-question-of-faith-three-questions/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3f17af80559bb46adf0cf875314959e0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">BennyKho</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_Zr_8ovDuJLE/SUmyVG2ghwI/AAAAAAAAAbo/yX67k6Hwu8Y/s320/quo_vadis+.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Three Question of Faith: Rendesvouz</title>
		<link>http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/09/03/three-question-of-faith-rendesvouz/</link>
		<comments>http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/09/03/three-question-of-faith-rendesvouz/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 19:20:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gicmaficionado</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Percakapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatbaik.wordpress.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[[Tulisan ini sebaiknya dibaca sesuai urutan, dimulai dari 1. Rendevouz, dan seterusnya ... ] Kali ini, Pius tiba lebih dulu &#8230; Dari jauh aku dapat melihat sosoknya. Masih berpenampilan apik, mengenakan batik berwarna kuning dengan rambut tersisir rapi. Ia duduk disofa, sambil membaca sebuah buku. Aku mempercepat langkah, menuju Starbucks Plaza Indonesia &#8230; Seolah memiliki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatbaik.wordpress.com&amp;blog=7364847&amp;post=103&amp;subd=sahabatbaik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#000099;">[Tulisan ini sebaiknya dibaca sesuai urutan, dimulai dari 1. Rendevouz, dan seterusnya ... ]</span></p>
<p>Kali ini, Pius tiba lebih dulu &#8230;</p>
<p>Dari jauh aku dapat melihat sosoknya. Masih berpenampilan apik, mengenakan batik berwarna kuning dengan rambut tersisir rapi. Ia duduk disofa, sambil membaca sebuah buku.</p>
<p>Aku mempercepat langkah, menuju Starbucks Plaza Indonesia &#8230;</p>
<p>Seolah memiliki indra keenam, Pius mengalihkan pandang dari bukunya langsung menatapku, tepat ketika aku sampai dan berdiri tidak jauh dari tempat ia duduk. Aku mengangkat tangan, memberi salam dan menunjuk kearah counter, menandakan bahwa aku hendak memesan minuman dulu. Pius tersenyum dan menyilakan dengan lambaian tangan, kemudian melanjutkan membaca &#8230;</p>
<p>Setelah cukup lama mengantri, tiba giliranku untuk memesan. Setelah membayar, aku menuju ke serving table untuk mengambil Ice Caramel Machiato pesananku.</p>
<p><span style="color:#000099;">&#8220;Baca buku apa Yus?&#8221;, tanyaku sambil duduk dan meletakan minuman diatas meja. </span></p>
<p><span style="color:#990000;">Pius menjawab, “Da Vinci Code, Ben.” Ia menutup buku dan meletakannya di atas meja.</span></p>
<p><span style="color:#000099;">Aku melihat buku itu sekilas. “Lho emangnya orang Kristen boleh baca buku itu?”, tanyaku sedikit heran.</span> Setahuku beberapa teman Kristen dilarang membaca buku, bahkan menonton film Da Vinci Code oleh pendetanya. Aneh juga melihat Pius yang mengaku sebagai Hamba Tuhan dan telah lulus sekolah teologi membaca buku ‘bidah’ yang dihujat oleh banyak orang Kristen.</p>
<p><span style="color:#990000;">“Ya memang banyak pendeta menyarankan untuk tidak baca buku ini.”, kata Pius. “Hehehe &#8230; Tapi aku nggak segitunya lagi Ben. Iman yang tidak diuji, itu nggak kuat pondasinya. Buku ini ujian iman. Dan harus diakui buku ini bagus dan seru. Gak ada salahnya orang Kristen baca, untuk menguji pengetahuan dan iman kristianinya. Ia harus berani bertanya dan mencari jawaban atas semua hal yang membuat dia bingung. Harus kritis juga dong sebagai Kristen.“ Pius tertawa sambil menyedot Tazo Tea yang ia pesan.</span><br />
<span id="more-103"></span><br />
<span style="color:#000099;">“Biasanya makin dilarang makin penasaran, dan semakin memancing orang untuk cari dan baca tuh buku.”, timpalku. Kami berdua terkekeh &#8230; (teringat istilah Reverse Psychology-nya si Eve)</span></p>
<p><span style="color:#990000;">“Ya, seringnya gitu. Tapi anehnya Ben, baca buku ini malah menguatkan imanku &#8230;”, kata Pius.</span></p>
<p><span style="color:#000099;">“Kok bisa?”, tanyaku sedikit bingung. “Baru tau, ada yang baca Da Vinci Code malah menguatkan Iman.”</span></p>
<p><span style="color:#990000;">“Iya karena dengan baca buku ini, aku jadi explore dan mencari tahu apa yang sebenernya terjadi. Aku coba cari informasi dari referensi sejarah, teologi dan filsafat.”, jawab Pius.</span></p>
<p><span style="color:#990000;">Ia melanjutkan, ”Contohnya, buku itu kan didasari oleh injil Maria Magdalena. Kalau menilik sejarahnya, Injil ini ditulis sekitar 200 tahun setelah kehidupan Tuhan Yesus. Banyak juga kitab-kitab lain yang ditulis ratusan tahun, jauh setelah kehidupan Kristus. Terjadi kesimpang siuran. Seringkali, isi kitab-kitab itu saling bertolak belakang.”</span></p>
<p><span style="color:#990000;">”Akhirnya sesepuh gereja awal, berkumpul di Konsili Nicae, untuk menentukan mana yang dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya dan mana yang tidak. Kesimpulannya sederhana. Mereka tidak mau mengambil resiko, menerima kitab yang palsu. Karena itu disepakati kitab yang dianggap benar adalah kitab yang ditulis diabad pertama saja. Yaitu yang ditulis sejak jaman kehidupan Yesus sampai Para Rasul. Berarti dari tahun 0 sampai tahun 100. Kitab yang ditulis diluar tahun ini, dianggap tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya.”</span></p>
<p><span style="color:#990000;">“Kitab-kitab yang ditulis setelah jaman para rasul inilah yang disebut injil Gnostik. Injil Maria Magdalena, Yudas, Barnabas, semua masuk dalam kategori injil Gnostik ini, karena ditulis jauh setelah jaman para rasul dan gak jelas siapa yang nulis. Itulah kenapa injil-injil Gnostik tidak dimasukan kedalam Injil. Bukan karena konsiprasi dan sebagai-bagainya, seperti yang ditulis Dan Brown itu.”</span></p>
<p><span style="color:#990000;">“Tapi jaman terus berlalu. Orang jadi lupa sejarahnya &#8230; Nah buku Dan Brown ini meromantisasi sejarah &#8230; Seakan-akan yang ditulis adalah fakta sejarah. Padahal sebenarnya, dasar pemikiran sederhana. Yaitu karena tidak jelas siapa dan kapan ditulisnya, Injil Gnostik tidak dimasukan kedalam injil.”</span></p>
<p>Sejenak pikiranku melayang &#8230; Ya, aku juga sempat membaca beberapa buku dan paper yang menyangkal argumen Da Vinci Code. Beberapa buku membantah secara reaktif dan emosional, dengan menggunakan secara ‘heavy’ kutipan-kutipan kitab suci. Menurutku malah tidak menjelaskan dan jadi ‘nggak nyambung’. Namun ada beberapa yang cukup baik dan didasari fakta sejarah serta mematahkan argumen Dan Brown.</p>
<p><span style="color:#990000;">Pius melanjutkan, “Lagi pula buku ini nggak menghujat Yesus. Yang diperdebatkan adalah ke-Ilahian Yesus, dimana ini adalah fundamental iman Kristiani. Perdebatan mengenai Yesus sebagai inkarnasi Allah atau hanya seorang nabi dan manusia, sudah terjadi selama berabad-abad, bahkan sejak jaman Kristen Purba. Jauh sebelum adanya Vatikan, Paus, Martin Luther, dan sebagainya.”</span></p>
<p>Pius berhenti sejenak. Ia kembali menghirup ‘hot’ Tazo Tea-nya’. Dari baunya aku menduga ia memesan rasa Mint.</p>
<p><span style="color:#000099;">“Ya aku pernah baca sejarahnya. Kalau nggak salah dulu ada ajaran Kristen Purba yang mengakui Yesus hanya sebagai nabi. Namanya Kristen Arianis ya &#8230; Diajarkan oleh Arius.”, kataku. Kemudian, aku menjelaskan latar sejarah Kristen Arianis kepada Pius secara singkat. “Tapi ajaran Arius ini ditentang oleh Athanasius dari kalangan Kristen yang mengakui Yesus sebagai Inkarnasi Allah.”</span></p>
<div style="text-align:center;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/_Zr_8ovDuJLE/SUhZdwGG30I/AAAAAAAAAbY/y_GOs8ERU4A/s1600-h/Arius.gif"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:150px;height:200px;margin:0 auto 10px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_Zr_8ovDuJLE/SUhZdwGG30I/AAAAAAAAAbY/y_GOs8ERU4A/s320/Arius.gif" border="0" alt="" /></a>Arius of Alexandria <span style="font-size:78%;">(Source: Wikipedia)</span></div>
<p><span style="color:#000099;">“Saat sidang konsili Nicae, kaum Kristen Arianis kalah dan dianggap sesat sehingga harus terusir ke ujung timur kekaisaran Roma. Akhirnya ya, ajaran Athanasius yang menang dan menjadi doktrin resmi gereja kristen sampai sekarang. Wah kalau mau diceritain jadi panjang deh Yus &#8230; ”, kataku sambil menghirup Ice Caramel Machiato perlahan-lahan.</span></p>
<div style="text-align:center;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/_Zr_8ovDuJLE/SUhZiyrBjaI/AAAAAAAAAbg/I6g6W-X9bXk/s1600-h/Sainta15.jpg"><img style="display:block;text-align:center;cursor:pointer;width:238px;height:320px;margin:0 auto 10px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_Zr_8ovDuJLE/SUhZiyrBjaI/AAAAAAAAAbg/I6g6W-X9bXk/s320/Sainta15.jpg" border="0" alt="" /></a>St. Athanasius of Alexandria <span style="font-size:78%;">(Source: Wikipedia)</span></div>
<p><span style="color:#000099;">Pius tampak tertarik menyimak uraianku. Melihat Pius tertarik, aku jadi bersemangat. “Kalau gak salah ada penemuan terbaru mengenai makam Yesus. Tapi hal ini sudah terbukti palsu dah dibantah secara ilmiah. Namun yang terbaru sejarahwan sepakat bahwa Yesus profesinya bukan Tukang Kayu tapi Tukang Batu. Karena kata Tukang batu dan tukang kayu dalam bahasa Aramaic keduanya mirip. Dan memang kalau kita baca di Injil, Yesus lebih sering memberikan perumpaan tentang bangunan. Contoh: Batu Penjuru untuk buat bangunan (Matius 21:42). Atau pentingnya arsitek membuat perencanaan dalam bangun gedung (Lukas 14:28).”</span></p>
<p><span style="color:#990000;">“Wah, pengetahuan sejarahmu boleh juga. Memang menarik Ben, membahas Jesus dalam konteks sejarah, atau Jesus dalam konteks agama.”, sahut Pius. “Kadang melihat agama dari perspektif sejarah, juga bisa menguatkan iman. Ada sih, pendeta yang kalau kasih kotbah kurang riset. Jadinya malah ngawur.”</span></p>
<p><span style="color:#000099;">“Lho bukannya kamu kan pendeta juga Yus?”, kataku. Salut dengan Pius, tidak membabi buta membela profesinya. Jarang ada orang yang mampu melakukan ‘self critic’.</span></p>
<p><span style="color:#990000;">Pius tersenyum simpul. “Ah, tapi gak usah dibahas lah Ben &#8230; Sebagai orang Kristen, mana yang lebih penting? Berdebat mengenai siapa Yesus itu, atau melakukan ajarannya &#8230; ?”, tanya Pius kritis.</span></p>
<p><span style="color:#000099;">“Yup bener juga sih. Banyak orang Kristen yang bekutet berdebat dan silang pendapat mengenai siapa Yesus. Tapi ajarannya sendiri malah gak disentuh apalagi dilaksanakan.”, kataku menyetujui pendapatnya.</span></p>
<p><span style="color:#990000;">“Itulah kecendurang manusia. Sukanya melakukan sesuatu yang KELIHATAN penting tapi gampang. Dan menghindari yang justru MEMANG penting namun sulit &#8230; Berdebat mengenai Yesus itu gampang, tinggal gosip. Nah, melaksanakan ajarannya ini yang susah &#8230; ”, kata Pius. </span></p>
<p>Pius menghabiskan sisa minumannya. Ia meminta Barista yang lewat didepan kami untuk me-refill gelasnya dengan air panas.</p>
<p><span style="color:#000099;">Aku menangguk-angguk, “</span><span style="font-style:italic;color:#000099;">That’s new for me</span><span style="color:#000099;"> &#8230; Omongan lu itu hal baru buatku &#8230;” Harus diakui, ngobrol dengan Pius selalu menambah pemahaman atau pengetahuan baru. </span></p>
<p>Kemudian pembicaraan kita beralih ke hal-hal yang lebih santai. Pius menceritakan keadaan keluarganya dan teman-teman gerejanya. Terakhir, Pius sempat memuji beberapa artikel di blogku. Membaca blogku memicunya untuk membuat blog sendiri. Hehehe, memang sudah beberapa teman berhasil aku kompori untuk membuat blog.</p>
<p><span style="color:#000099;"> “Nah cewek gimana? Dah ada calon belum &#8230;”, tanya ku sambil tersenyum lebar.</span></p>
<p><span style="color:#990000;">“Belum ada nih, bantuin cariin Ben &#8230;”, jawab Pius setengah bercanda.</span></p>
<p><span style="color:#000099;">“Lho bukannya digereja banyak yang bisa kamu jadikan prospek? Gudangnya tuh.”, tanyaku. “Gak sedikit temen temen gue yang ngakunya aktif di gereja, nyatanya buat cari cewek doang &#8230; Hehehe &#8230;”</span></p>
<p><span style="color:#990000;">“Iya Ben. Banyaklah cowok yang kayak gitu. Cuman ya biarin aja. Aku melihat itu masih positif. Mending cari cewek digereja daripada ditempat yang nggak-nggak.” Pius tersenyum.</span></p>
<p><span style="color:#000099;">“Hahaha &#8230; paham &#8230; paham &#8230; Yoi bener juga ya.”, kataku sambil tertawa.</span></p>
<p>Hari menjelang sore. Tak terasa gelas minuman kami sudah kosong. Saatnya kami berpisah.</p>
<p><span style="color:#990000;">Sebelum berpisah Pius berkata, “Ben aku bawa artikel buat blogmu. Waktu itu kan aku sudah janji mau nyumbang artikel.” Pius mengeluarkan USB dari saku kemeja batiknya. “Nih lu tinggal kopi aja.”</span></p>
<p><span style="color:#000099;">“Thanks Yus … Sudah kutunggu tunggu nih …” Aku menyalakan Laptopku dan mengkopi data yang ada di USB Pius. Setelah selesai dikopi, aku membuka file tersebut dan melihat surat dari Pius.</span></p>
<p><span style="color:#000099;">“Cukup panjang juga &#8230; Aku baca sebentar ya” , kataku.</span></p>
<p><span style="color:#990000;">Pius mengangguk, “Monggo Ben … ” </span></p>
<p>Baris demi baris aku mulai membaca tulisan Pius. Tanpa sadar aku turut terbawa dan ikut merasakan kesedihan Pius. Berikut ini sumbangan artikel dari Pius &#8230;</p>
<p>(Bersambung &#8230;)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sahabatbaik.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sahabatbaik.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sahabatbaik.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sahabatbaik.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sahabatbaik.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sahabatbaik.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sahabatbaik.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sahabatbaik.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sahabatbaik.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sahabatbaik.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sahabatbaik.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sahabatbaik.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sahabatbaik.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sahabatbaik.wordpress.com/103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatbaik.wordpress.com&amp;blog=7364847&amp;post=103&amp;subd=sahabatbaik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/09/03/three-question-of-faith-rendesvouz/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3f17af80559bb46adf0cf875314959e0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">BennyKho</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://4.bp.blogspot.com/_Zr_8ovDuJLE/SUhZdwGG30I/AAAAAAAAAbY/y_GOs8ERU4A/s320/Arius.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_Zr_8ovDuJLE/SUhZiyrBjaI/AAAAAAAAAbg/I6g6W-X9bXk/s320/Sainta15.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kau Mengenal Hatiku</title>
		<link>http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/08/31/kau-mengenal-hatiku/</link>
		<comments>http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/08/31/kau-mengenal-hatiku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 03:45:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ericsidarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lagu]]></category>
		<category><![CDATA[Lirik lagu]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>
		<category><![CDATA[Jeffry S. Tjandra]]></category>
		<category><![CDATA[Kau Mengenal Hatiku]]></category>
		<category><![CDATA[YouTube]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatbaik.wordpress.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatbaik.wordpress.com&amp;blog=7364847&amp;post=96&amp;subd=sahabatbaik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/08/31/kau-mengenal-hatiku/"><img src="http://img.youtube.com/vi/w1ESeZv5LLo/2.jpg" alt="" /></a></span>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sahabatbaik.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sahabatbaik.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sahabatbaik.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sahabatbaik.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sahabatbaik.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sahabatbaik.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sahabatbaik.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sahabatbaik.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sahabatbaik.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sahabatbaik.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sahabatbaik.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sahabatbaik.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sahabatbaik.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sahabatbaik.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatbaik.wordpress.com&amp;blog=7364847&amp;post=96&amp;subd=sahabatbaik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/08/31/kau-mengenal-hatiku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d8dd8a644caec46b756957fc510af78e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ericsidarta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hati Seluas Telaga</title>
		<link>http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/08/31/hati-seluas-telaga/</link>
		<comments>http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/08/31/hati-seluas-telaga/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2009 03:33:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ericsidarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatbaik.wordpress.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[Dikutip dari Cerita Kristen.com Suatu hari seorang pemuda yang gusar datang menghampiri seorang kakek yang bijaksana di rumahnya. Pemuda itu kemudian mengeluarkan semua amarahnya dihadapan sang kakek, tentang kepahitan yang ia alami dalam hidupnya. Sang kakek pun hanya diam saja mendengarkannya. Setelah si pemuda selesai dengan amarahnya, giliran sang kakek yang berbicara, &#8220;Anak muda, coba [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatbaik.wordpress.com&amp;blog=7364847&amp;post=94&amp;subd=sahabatbaik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://warokponorogo.files.wordpress.com/2008/12/telaga-ngebel.jpg"><img alt="" src="http://warokponorogo.files.wordpress.com/2008/12/telaga-ngebel.jpg?w=500&#038;h=341" class="aligncenter" width="500" height="341" /></a><br />
Dikutip dari <a href="Cerita Kristen.com">Cerita Kristen.com</a></p>
<p>Suatu hari seorang pemuda yang gusar datang menghampiri seorang kakek yang bijaksana di rumahnya. Pemuda itu kemudian mengeluarkan semua amarahnya dihadapan sang kakek, tentang kepahitan yang ia alami dalam hidupnya. Sang kakek pun hanya diam saja mendengarkannya. Setelah si pemuda selesai dengan amarahnya, giliran sang kakek yang berbicara, &#8220;Anak muda, coba engkau ambil segelas air&#8221;. &#8220;Untuk apa Kek?&#8221; jawab si pemuda keheranan, &#8220;Lakukan saja!&#8221; lanjut sang kakek.</p>
<p>Maka pemuda itu segera masuk ke dalam rumah, dan keluar sambil membawa segelas air. Kemudian sang kakek memasukkan segenggam serbuk pahit ke dalam air tersebut dan menyuruh pemuda tadi meminumnya. Ketika pemuda tersebut meminumnya, ia langsung yang memuntahkan air tersebut dari mulutnya, &#8220;Wuah! Pahit sekali Kek!&#8221; teriak pemuda itu.</p>
<p>Kemudian sang kakek membawa pemuda itu ke sebuah tempat, dimana disitu terletak sebuah telaga yang cukup luas. Sesampainya di telaga itu, sang kakek mengulang kembali tindakannya yang tadi, ia pun memasukkan segenggam serbuk pahit itu ke dalam telaga dan kemudian menyuruh pemuda tersebut meminum air telaga itu.<br />
Setelah selesai meminumnya, sang kakek bertanya padanya, &#8220;Sekarang bagaimana, apakah rasanya pahit?&#8221; Pemuda itu menggelengkan kepalanya. &#8221; Anak muda!&#8221; ujar sang kakek, &#8220;Kepahitan yang kamu alami itu seumpama segenggam serbuk pahit tadi, sedangkan hatimu bagaikan segelas air dan telaga ini. Kepahitan itu ukurannya sama tetapi ketika engkau menempatkannya pada hatimu yang hanya seukuran air segelas, maka engkau akan merasa pahit, tetapi ketika engkau taruhkan di hatimu yang seluas telaga, maka engkau tidak akan merasa apa-apa. Sekarang tergantung padamu, mau dimana engkau tempatkan kepahitan hidupmu, apakah di hatimu yang sempit atau di hatimu yang yang luas?&#8221;</p>
<p>Mendengar ucapan sang kakek, pemuda itu segera menyadari kesalahan, bahwa ia begitu cepat marah.</p>
<p>Saudara/i, ketika Anda mengalami kekecewaan, hanya pada hati yang seluas telagalah yang bisa membut Anda tidak merasa pahit. Dan hanya Yesuslah yang mampu menjadikan hati Anda seluas telaga.</p>
<p>Milikilah hati yang lapang, maka Anda akan cukup menampung semua kepahitan hidupmu tanpa ada rasa pahit</p>
<p>Sumber: Jawaban.com ( via Kingdom Magazine)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sahabatbaik.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sahabatbaik.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sahabatbaik.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sahabatbaik.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sahabatbaik.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sahabatbaik.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sahabatbaik.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sahabatbaik.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sahabatbaik.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sahabatbaik.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sahabatbaik.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sahabatbaik.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sahabatbaik.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sahabatbaik.wordpress.com/94/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatbaik.wordpress.com&amp;blog=7364847&amp;post=94&amp;subd=sahabatbaik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/08/31/hati-seluas-telaga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d8dd8a644caec46b756957fc510af78e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ericsidarta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://warokponorogo.files.wordpress.com/2008/12/telaga-ngebel.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Team Hoyt</title>
		<link>http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/08/26/team-hoyt/</link>
		<comments>http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/08/26/team-hoyt/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 05:36:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gicmaficionado</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>
		<category><![CDATA[team hoyt]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatbaik.wordpress.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[Team Hoyt is a father (Dick Hoyt, b. ca. 1940) and son (Rick Hoyt, born January 10, 1962) from Massachusetts who compete together in marathons, triathlons, and other athletic endeavors. Rick has cerebral palsy, caused by loss of oxygen to his brain at birth because his umbilical cord was wrapped around his neck. Dick pulls [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatbaik.wordpress.com&amp;blog=7364847&amp;post=86&amp;subd=sahabatbaik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Team Hoyt is a father (Dick Hoyt, b. ca. 1940) and son (Rick Hoyt, born January 10, 1962) from Massachusetts who compete together in marathons, triathlons, and other athletic endeavors. Rick has cerebral palsy, caused by loss of oxygen to his brain at birth because his umbilical cord was wrapped around his neck.</p>
<p>Dick pulls his son Rick in a special boat as they swim, carries him in a special seat up front as they bike, and pushes him in a special wheelchair as they run.</p>
<p>Doctors told his parents that Rick would live in a vegatative state, but his parents, with the help of Tufts University engineers, recognized that his sense of humor indicated intelligence. At the age of 12, Rick was able to learn how to use a special computer to communicate using movements from his head. The first words he typed were, &#8220;Go Bruins!&#8221;, and the family learned he was a sports fan. They entered their first race in 1977, a 5 mile benefit run for an injured lacrosse player who was a schoolmate of Rick&#8217;s.</p>
<p>Dick is a retired Lieutenant Colonel in the Air National Guard. Rick earned a college degree from Boston University in special education, and now works at Boston College. They continue to compete in races, and are also motivational speakers.</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/08/26/team-hoyt/"><img src="http://img.youtube.com/vi/cxqe77-Am3w/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p>As of August 31, 2008, Team Hoyt had participated in a total of 984 events, including 229 Triathlons (6 of which were Ironman competitions), 20 Duathlons, and 66 Marathons, including 26 Boston Marathons.[1] They have also biked and run across the USA, in 1992 — a 3,735 mile journey that took them 45 days.</p>
<p>When asked what one thing Rick wished he could give his father, his reply was &#8220;The thing I&#8217;d most like is that my dad would sit in the chair and I would push him once.&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sahabatbaik.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sahabatbaik.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sahabatbaik.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sahabatbaik.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sahabatbaik.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sahabatbaik.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sahabatbaik.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sahabatbaik.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sahabatbaik.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sahabatbaik.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sahabatbaik.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sahabatbaik.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sahabatbaik.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sahabatbaik.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatbaik.wordpress.com&amp;blog=7364847&amp;post=86&amp;subd=sahabatbaik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/08/26/team-hoyt/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3f17af80559bb46adf0cf875314959e0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">BennyKho</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kilas Balik KEP XVI St. Andreas</title>
		<link>http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/08/14/kilas-balik-kep-xvi-st-andreas/</link>
		<comments>http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/08/14/kilas-balik-kep-xvi-st-andreas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 03:46:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ericsidarta</dc:creator>
				<category><![CDATA[video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sahabatbaik.wordpress.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya datang juga! GicMaficionado Production mempersembahkan: &#8220;Kilas Balik KEP XVI St. Andreas&#8221; Yupz, di sini kita bisa liat suka dukanya kisah perjalanan KEP XVI paroki Andreas, dari yang masih celingak celinguk belum kenal siapa2 sampai yang ngobrol2 gak kenal waktu, dari yang bingung ini sebenernya acara apa sih sampai yang kangen kalo gak dateng KEP [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatbaik.wordpress.com&amp;blog=7364847&amp;post=84&amp;subd=sahabatbaik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/08/14/kilas-balik-kep-xvi-st-andreas/"><img src="http://img.youtube.com/vi/wSBXptuz9H8/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p>Akhirnya datang juga!<br />
GicMaficionado Production mempersembahkan:<br />
&#8220;Kilas Balik KEP XVI St. Andreas&#8221;</p>
<p>Yupz, di sini kita bisa liat suka dukanya kisah perjalanan KEP XVI paroki Andreas, dari yang masih celingak celinguk belum kenal siapa2 sampai yang ngobrol2 gak kenal waktu, dari yang bingung ini sebenernya acara apa sih sampai yang kangen kalo gak dateng KEP sehari aja, dari yang gak tau ini lagu apa yang dinyanyiin sampai yang hafal luar kepala pakai gerakan pula, dari yang panik begitu tau di akhir KEP ada ujian sampai yang pasrah yo wiss kalo ujiannya gak bisa jg.. tapi mengingat kembali kebersamaan kita dulu, rasanya ada yang hilang begitu KEP itu selesai.  </p>
<p>“Life gives us brief moments with another&#8230;but sometimes, in those brief moment we get memories that last a life time&#8230;”</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sahabatbaik.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sahabatbaik.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sahabatbaik.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sahabatbaik.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sahabatbaik.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sahabatbaik.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sahabatbaik.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sahabatbaik.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sahabatbaik.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sahabatbaik.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sahabatbaik.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sahabatbaik.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sahabatbaik.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sahabatbaik.wordpress.com/84/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sahabatbaik.wordpress.com&amp;blog=7364847&amp;post=84&amp;subd=sahabatbaik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sahabatbaik.wordpress.com/2009/08/14/kilas-balik-kep-xvi-st-andreas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d8dd8a644caec46b756957fc510af78e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ericsidarta</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
